Contoh Proposal PTK _ 5



 
Peningkatan Keterampilan Problem Solving Siswa Melalui Pendekatan Trading Place Pada Proses Pembelajaran di Kelas XI SMU Bangun Bangsa

BAB I
PENDAHULUAN

C. LATAR BELAKANG
Perlu kita sadari bahwa di dalam hidup selalu dihiasi berbagai masalah baik masalah yang datang dari diri kita maupun dari luar kita, sesuai pengertian tentang hidup bahwa hidup adalah masalah.
Masalah tidak hanya dialami atau menjadi bagian dari kehidupan orang dewasa. Setiap usia mengalami permasalahan masing-masing, sesuai dengan kehidupan yang sedang dialaminya.
Masalah atau problem yang dialami seseorang berbeda dengan orang lain. Masalah yang dihadapi oleh seorang pemimpin berbeda dengan masalah yang dihadapi oleh seorang sarjana. Berbeda pula oleh seseorang sebagai pribadi dengan seseorang sebagai pemimpin atau anggota organisasi.
Masalah dapat digambarkan sebagai suatu keadaan (terlihat atau tidak terlihat) dimana antara yang diharapkan dengan kenyataan tidak sesuai. Antara apa yang diharapkan dengan kenyataan tidak sesuai. Atau adanya hambatan antara yang diinginkan dengan keadaan sebenarnya.
Didalam dunia pendidikan juga tidak terlepas dengan berbagai permasalahan yang timbul didalamnya. Khususnya permasalahan yang pasti dirasakan dan dialami oleh setiap siswa. Baik dalam proses pendidikan yang mereka jalani maupun proses kehidupan yang mereka alami.
Dalam setiap permasalahan yang dialami, tentunya ada keinginan setiap individu untuk dapat segera mengatasi dan mendapatkan solusi atau pemecahan yang terbaik dan paling efektif. Begitu pula dengan para siswa ketika mereka harus berhadapan dengan suatu permasalahan. Dalam hal ini tentunya dibutuhkan suatu keterampilan yang baik didalam menyelesaikannya. Hal tersebut biasa disebut dengan Problem Solving (Pemecahan Masalah). Tetapi didalam pemecahan masalah tersebut setiap siswa belum tentu dapat dengan mudah melalui tahapan-tahapan hingga permasalahan dapat terselesaikan dengan baik.
Para siswa memerlukan sebuah metode yang baik dan efektif untuk membantu dalam melalui tahapan-tahapan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Salah satu pendekatan yang diharapkan dapat membantu untuk dijadikan solusi adalah pendekatan Trading Place. Karena pendekatan ini dapat memungkinkan siswa lebih mengenal. Tukar menukar pendapat dan mempetimbangkan gagasan, nilai atau pemecahan baru terhadap berbagai masalah.
Berdasarkan uraian diatas menyebabkan penulis memiliki keinginan untuk melakukan penilitian berupa peningkatan keterampilan problem solving siswa melalui pendekatan trading place pada proses pembelajaran.

D. PERUMUSAN MASALAH
1. Perumusan Masalah
a. Apakah dengan pendekatan Trading Place dapat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan problem solving?
b. Seberapa efektifkah pendekatan Trading Place dapat digunakan dalam mengajarkan bimbingan konseling untuk siswa?
2. Pemecahan Masalah
       Untuk meningkatkan keterampilan problem solving pada siswa di kelas XI SMU Muhammadiyah 18 Jakarta.

E. TUJUAN PENELITIAN
1. Tujuan Umum
       Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui seberapa besar manfaat Trading Place untuk meningkatkan keterampilan problem solving yaitu dengan cara memperkenalkan dan mengajarkan mata pelajaran bimbingan konseling diselingi dengan metode Trading Place.

2. Tujuan Khusus
       Tujuan khusus penelitian ini adalah :
a.       Memudahkan siswa dalam meningkatkan keterampilan problem solving
b.      Melatih siswa untuk mendapatkan solusi yang baik dalam menghadapi masalah
c.       Mengetahui apakah problem solving memiliki manfaat dalam memberikan solusi yang baik dalam setiap masalah yang dihadapi.

F. MANFAAT PENELITIAN
1. Bagi Siswa
Melatih keterampilan problem solving dengan menggunakan pendekatan Trading Place
2. Bagi Guru
Sebagai bahan kajian untuk mencari tahu apakah pendekatan Trading Place cocok digunakan untuk membantu siswa meningkatkan keterampilan problem solving

G. METODOLOGI PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Classroom Action Reaserch (metodologi Penelitian Tindakan Kelas).

H. KAJIAN PUSTAKA
1. Pengertian Trading Place
Dalam Website http://sditalqalam.wordpress.com/2008/01/09/strategi pembelajan-active-learning/ Pendekatan trading place (pusat-pusat perdagangan)  merupakan merupakan model pembelajaran aktif yang disajikan oleh Silberman. Pendekatan ini memungkinkan peserta didik lebih mengenal, tukar menukar pendapat dan mempertimbangkan gagasan, nilai atau pemecahan baru terhadap berbagai masalah.
Dalam pendekatan trading place terdapat lima prosedur yaitu : (1) Beri peserta didik satu atau dua catatan-catatan post it (tentukan apakah kegiatan tersebut akan berjalan lebih baik dengan membatasi para peserta didik terhadap sebuah atau beberapa kontribusi), (2) Mintalah peserta didik untuk menulis dalam catatan mereka salah satu dari hal berikut : a. Sebuah nilai yang mereka pegang, b. Sebuah pengalaman yang telah mereka miliki saat ini, c. Sebuah ide atau solusi kreatif terhadap sebuah problema yang telah anda tentukan, d. Sebuah pertanyaan yang mereka miliki mengenai persoalan dari mata pelajaran, e. Sebuah opini yang mereka pegang tentang sebuah topik pilihan anda, , f. Sebuah fakta tentang mereka sendiri atau persoalan pelajaran. (3) Mintalah peserta didik menaruh (menempelkan) catatan tersebut pada pakaian mereka dan mengelilingi ruangan dengan atau sambil membaca tiap catatan milik peserta yang lain. (4) Kemudian, suruhlah para peserta didik berkumpul sekali lagi dan mengasosiasikan sebuah pertukaran catatan-catatan yang telah diletakkan pada tempatnya (trade of post-it notes) satu sama lain. Pertukaran itu hendaknya didasarkan pada sebuah keinginan untuk memiliki sebuah nilai, pengalaman, ide, pertanyaan opini atau fakta tertentu dalam waktu yang singkat. Buatlah aturan bahwa semua pertukaran harus menjadi dua jalan. Doronglah peserta didik untuk membuat sebanyak mungkin pertukaran yang mereka sukai. (5) Kumpulkan kembali kelas tersebut dan mintalah peserta didik berbagi pertukaran apa yang mereka buat dan mengapa demikian (misalnya. Mita :”Saya menukar catatan dangan Soraya karena dia telah membuat catatan tentang perjalan ke Eropa Timur. Saya menukai perjalanan kesana karena saya mempunyai nenek moyang yang berasal dari Hongaria dan Ukraina.

2. Pengertian Problem Solving
Secara bahasa, problem dan solving berasal dari bahasa Inggris. Problem artinya masalah, sementara solving (kata dasarnya to solve) bermakna pemecahan. Dengan demikian, problem solving dapat kita artikan dengan ‘pemecahan masalah’. Problem Solving adalah suatu ilmu dalam manajemen organisasi yang dipergunakan oleh para pemimpin dalam memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada dalam organisasi yang di pimpinnya (http://musriadi.multiply.com/journal/item/37).
Dalam Modul Bimbingan Dan Konseling Pengembangan Diri untuk SMA kelas XI (Tim Musyawarah Guru Pembimbing SMA DKI Jakarta. 2006: 66) dijelaskan bahwa problem solving adalah suatu pendekatan dalam menghadapi masalah. Problem solving juga merupakan suatu prsedur yang didalamnya terdapat langkah-langkah yang harus diikuti dalam memecahkan sebuah masalah yang dihadapi seseorang atau suatu organisasi.
Sedangkan menurut Hunsaker, 2005 dalam http://sarengbudi.web.id/wp-content/uploads/problem-solving.doc pemecahan masalah didefinisikan sebagai suatu proses penghilangan perbedaan atau ketidak-sesuaian yang terjadi antara hasil yang diperoleh dan hasil yang diinginkan (Hunsaker, 2005).  Salah satu bagian dari proses pemecahan masalah adalah pengambilan keputusan (decision making), yang didefinisikan sebagai memilih solusi terbaik dari sejumlah alternatif yang tersedia (Hunsaker, 2005). Pengambilan keputusan yang tidak tepat, akan mempengaruhi kualitas hasil dari pemecahan masalah yang dilakukan.
Berdasarkan beberapa definisi yang diuraikan diatas maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa problem solving adalah suatu langkah-langkah yang dapat diambil untuk memecahkan suatu masalah.
Didalam Modul Bimbingan Dan Konseling Pengembangan Diri untuk SMA kelas XI (Tim Musyawarah Guru Pembimbing SMA DKI Jakarta. 2006: 69-70) diuraikan lima langkah yang harus dipahami dalam problem solving, yaitu : (1) Merumuskan masalah, (2) Analisa sebab akibat, (3) Menghimpun alternative pemecahan, (4) Memilih alternative yang paling tepat, (5) Melaksanakan pilihan dalam bentuk kegiatan terencana.

I. PROSEDUR PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di kelas XI SMU Muhammadiyah 18 Jakarta tahun ajaran 2008-2009 dengan jumlah obyek penelitian sebanyak 40 orang. Penelitian akan dilaksanakan dengan 2 (dua) siklus.
Siklus I
a.      Rencana Tindakan
Pada setiap pelajaran bimbingan konseling dengan pembahasan materi Problem solving, mempersiapkan waktu sekitar beberapa menit diakhir pelajaran untuk menerapkan pendekatan trading place dengan langkah-langkah seperti yang telah diuraikan sebelumnya, menyiapkan kertas-kertas untuk dibagikan kepada peserta didik sebagai pendukung, menyusun angket dan lembar observasi.
b.      Pelaksanaan Tindakan
Guru memberikan penjelasan dan pemahaman kepada siswa mengenai materi problem solving. Setelah selesai menjelaskan materi, guru memberikan kesempatan siswa mengajukan pertanyaan. Kemudian masuk pada aktivitas pendekatan Trading Place, sambil diadakan observasi. Setelah itu tindakan selanjutnya adalah siswa diberikan selebaran angket untuk diisi dan dimintai pendapatnya.
c.       Observasi
Observasi dilakukan oleh peneliti selama kegiatan penelitian berlangsung dan semua temuan dalam penelitian dicatat oleh peneliti
d.      Refleksi
Pada akhir siklus I (satu) diadakan refleksi terhadap hasil-hasil yang didapatkan baik dari angket maupun hasi dari observasi.
Siklus II
a.      Rencana Tindakan
Pada siklus ke 2 (dua) melanjutkan aktivitas kegiatan seperti pada siklus 1 (satu) dengan penambahan yaitu memberikan kesempatan peserta didik untuk lebih banyak mengutarakan masalah-masalah yang dimilikinya untuk bersama-sama dipecahkan dengan menggunakan pendekatan Trading place.
b.      Pelaksanaan Tindakan
Guru melanjutkan menjelaskan materi problem solving yang belum selesai, kemudian memberikan kesempatan peserta didik untuk mengutarakan apa yang menjadi permasalahannya untuk di selesaikan bersama-sama dengan mengpraktekan pendekatan yang telah di ajarkan pada pertemuan-pertemuan sebelumnya. Kemudian pada akhir penelitian peserta didik kembali diberikan angket, untuk mengetahui sejauh mana peserta didik dapat merasakan menfaat dari pendekatan yang telah diberikan.
c.       Observasi
Observasi dilakukan oleh peneliti dan semua temuan dicatat oleh peneliti
d.      Refleksi
Pada akhir siklus 2 (dua) diadakan refleksi terhadap hasil-hasil yang didapatkan baik dari angket maupun catatan observasi

J. JADWAL PENELITIAN
NO
JENIS KEGIATAN
WAKTU (BULAN)
MAR
APR
MEI
JUN
JUL
AGT
1
Persiapan Penelitian
V





2
Pelaksanaan Penelitian

V
V
V
V

3
Penyusunan Laporan




V

4
Penyerahan Laporan





V









K. DAFTAR PUSTAKA
·      Hartono. (2008). Strategi Pembelajaran Active Learning. Online, http://sditalqalam.wordpress.com/2008/01/09/strategi pembelajan-active-learning/. Diakses tanggal 7 Juni 2008

·      Musanif, Musriadi. (2007). Problem Solving Suatu Pendekatan Dalam Perencanaan Manajemen Organisasi. Online, http://musriadi.multiply.com/journal/item/37. Diakses tanggal 7 Juni 2008

·    Pranata, Budiman. (2008). Problem Solving. Online, http://sarengbudi.web.id/wp-content/uploads/problem-solving.doc. Diakses tanggal 7 Juni 2008

·    Tim Musyawarah Guru Pembimbing SMA DKI Jakarta. (2006). Modul Bimbingan Dan Konseling Pengembangan Diri untuk SMA kelas XI. Jakarta : PT Tunas Melati








Post a Comment

0 Comments