Koruptor = Pengkhianat Bangsa

-->


Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU),Tanggal 14-17 September 2012, sudah menghasilkan beberapa rekomendasi. Rekomendasi-rekomendasi yang terkait dengan berbagai masalah bangsa. Rekomendasi mencakup mengenai permasalahan film Innocent of  Muslims, pajak, korupsi dan pendidikan karakter (www.nu.or.id)
Isi rekomendasi yang berkaitan dengan persoalan korupsi antara lain Presiden harus segera menggunakan kewenangannya secara penuh dan tanpa tebang pilih atas upaya-upaya penanggulangan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintah, utamanya terkait dengan aparat pemerintahan yang terlibat korupsi dan Masyarakat agar berkontribusi aktif dalam upaya meruntuhkan budaya korupsi dengan memperkuat sanksi sosial terhadap koruptor, sehingga dapat menimbulkan efek jera dan juga efek pencegahan bagi tindakan korupsi berikutnya.
Sebagai bagian dari warganegara kita layak mengapresiasi rekomendasi yang dikeluarkan dalam Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU), harapan kita rekomendasi ini benar-benar diperhatikan oleh seluruh komponen bangsa termasuk seperti Presiden, kementerian agama dan kementerian lainnya.
Berdasarkan hasil investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Selama periode 1 Januari - 30 Juni 2010 ditemukan 176 kasus korupsi yang terjadi di level pusat maupun daerah. Tingkat kerugian negaranya pun mencapai Rp2,102 triliun.
Untuk perbandingan, tahun 2009 semester I sebanyak 86 kasus dengan tingkat kerugian negara mencapai Rp1,7 triliun.
Kepolisian Republik Indonesia tahun 2011 telah menangani 1.323 perkara korupsi, angka tersebut naik dua kali lipat dibandingkan tahun 2010 yang hanya 585 perkara korupsi yang ditangani jika menilik dari kenaikan jumlah perkara maka tingkat korupsi mengalami kenaikan sebesar 258,39%.

Berdasarkan data Political & Economic Risk Consultancy” (PERC) yang berbasis di Hong Kong pada tahun 2010 Indonesia merupakan negara terkorup se Asia Pasifik. Berikut ini adalah daftar 16 Negara Terkorup di Asia Pasifik*  oleh PERC 2010
  1. Indonesia (terkorup)
  2. Kamboja (korup)
  3. Vietnam (korup)
  4. Filipina (korup)
  5. Thailand
  6. India
  7. China
  8. Taiwan
  9. Korea
  10. Macau
  11. Malaysia
  12. Jepang
  13. Amerika Serikat (bersih)
  14. Hong Kong (bersih)
  15. Australia (bersih)
  16. Singapura (terbersih)
Catatan * :  Negara Asia-Pasifik yang disurvei adalah negara yang memiliki kemajuan ekonomi cukup pesat di kawasannya dalam  beberapa tahun terakhir.

Mencermati data diatas semangat anti korupsi memang harus terus digaungkan, sampai negeri ini benar-benar bebas dari korupsi, gaung atau semangat anti korupsi bukan hanya oleh organisasi atau lembaga-lembaga anti korupsi, namun juga oleh setiap individu yang cinta dan bangga terhadap bangsanya, individu yang menginginkan negara ini menjadi negara yang maju dan besar, individu yang memikirkan keberlangsungan generasi mendatang.
Ketika zaman penjajahan kita mengenal istilah pengkhianat. Ya, pengkhianat identik dengan orang yang menjual bangsa dan negara dengan memberi informasi kepada penjajah demi kepentingan pribadi uang, kekuasaan atau wanita. Pengkhianat rela menjual bangsa dan negara, rela teman seperjungannya tertangkap bahkan dibunuh oleh musuh, pengkhianat tidak pernah memperdulikan kepentingan rakyat yang saat itu ingin merdeka, dalam benak para pengkhianat yang terpenting dirinya senang dengan uang yang didapat, wanita yang dikencani atau kekuasaan yang ia terima dan jalani. Para pengkhianat zaman penjajahan dahulu menyebut pejuang kemerdekaan sebagai orang-orang bodoh, ekstremis atau orang-orang aneh, itu propaganda-propaganda mereka itu melakukan pembenaran atas pengkhianatan yang mereka lakukan
Pengkhianat kini telah bermetamorfosis bukan hanya menjual informasi negara namun juga berjubah sebagai pejabat negara baik dalam legislatif, eksekutif, yudikatif pengkianat zaman kini lebih profesional membungkus kebusukannya atas nama kepentingan rakyat, padahal yang sesungguhnya memiskinkan rakyat secara struktural. Pengkhianat itu adalah para koruptor mereka merupakan salah satu ancaman terbesar negeri ini, selain teroris. Entah telah berapa trilyun uang negara setiap tahunnya dikorupsi, logika rakyat sederhana seandainya dana yang dikorupsi tersebut benar-benar diperuntukkan sesuai alokasinya, seandainya dana yang dikorupsi diperuntukkan untuk menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan dengan pemberian pelatihan, pemberian modal usaha dan pembimbingan maka bukan tidak mungkin Indonesia akan berkembang seperti Cina dan demikian mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia.     
Hari ini mari kita galakkan gerakan nasional anti korupsi, kita mulai dari diri kita, keluarga kita, masyarakat disekitar kita serta bangsa dan negara kita, kita dukung penuh kinerja KPK dan institusi lainnya yang bergerak dalam pemberantasan korupsi, kita beri kesempatan orang-orang yang jujur, baik, memiliki integritas dan berkompetensi dibidangnya untuk duduk dijabatan strategis, kita dukung pemimpin-pemimpin tingkat nasional yang berkomitmen terhadap pemberantasan korupsi, kita lahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang memiliki jiwa kepahlawan, jiwa nasionalisme sejati, jiwa anti korupsi.
Salam Cinta Indonesia


Post a Comment

0 Comments